Masjid dengan Kategori Masjid Perumahan

Masjid dengan Kategori Masjid Perumahan di KAB. DEIYAI

Gunakan form di bawah ini, untuk mempersempit pencarian

Tentang KAB. DEIYAI

Kabupaten Deiyai adalah salah satu kabupaten di Provinsi Papua Tengah, Indonesia. Kabupaten Deiyai awalnya merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Paniai hingga kemudian dimekarkan menjadi kabupaten sendiri pada tahun 2008. Kabupaten ini diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia H. Mardiyanto, pada 29 Oktober 2008. Dasar hukum pembentukan kabupaten ini adalah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2008. Pusat pemerintahan atau ibukota berada di distrik Tigi.

Kabupaten Deiyai terletak di tepian Danau Tigi yang termasuk wilayah adat Mee Pago dan dihuni oleh suku Mee. Danau ini berada di kaki Gunung Deiyai yang dijadikan nama kabupaten ini.

Kabupaten Deiyai merupakan kabupaten baru yang dimekarkan dari Kabupaten Induk Paniai, diresmikan sebagai kabupaten baru dengan diberlakukan Undang-Undang No.55 tahun 2008. Kabupaten Deiyai secara geografis terletak pada 40 02 42,12 Lintang Selatan dan 1360 16 48,32" Bujur Timur diketinggian 1700 meter di atas permukaan laut.

Kabupaten yang wilayahnya mengelilingi Danau Tigi ini ber-ibu kota di Distrik Tigi. Bupatinya sekarang berkantor di kota Waghete, yang masuk wilayah Distrik Tigi. Kantor Bupati baru selesai dibangun pada 2010, dibangun di atas tanah seluas 500 x 300 meter persegi, yang dibeli dari masyarakat setempat. Kota Waghete terletak dipinggir danau purba yang berada di Provinsi Papua, yakni danau Tigi, wilayah Tigi merupakan satuan lembah dengan kemiringan 0-15%, sedangkan kota Waghete sendiri secara keseluruhan kondisi topografi wilayahnya cukup barvariasai yaitu antara 0 s/d 45% ketinggian >45% terlihat disekitar area rencana pengembangan bandara disekitar wilayah tengah dan utara, ketinggian relatif datar 0-15% terlihat dibagian selatan, utara, dan terutama disekitar danau Tigi.

Kabupaten Deiyai terdiri atas 5 distrik dan 67 kampung dengan luas wilayah 537,39 km² dan jumlah penduduk 88.145 jiwa (2017). Kode Wilayah Kabupaten Deiyai adalah 94.08.

Berdasarkan hasil pencacahan Sensus Penduduk 2020, jumlah penduduk Kabupaten Deiyai adalah 99,091 jiwa, yang terdiri atas 52,617 orang laki-laki dan 46,474 penduduk perempuan. Diarsipkan 2021-12-14 di Wayback Machine. Jika dilihat distribusi struktur umurnya, Penduduk Deiyai didominasi oleh Generasi Z (penduduk yang lahir tahun 1997-2012) sebesar 32,39%. Pada urutan kedua adalah Generasi Milenial (penduduk yang lahir tahun 1981-1996) sebesar 27,66%. Selanjutnya secara berurutan adalah penduduk Generasi X (penduduk yang lahir tahun 1965-1980) , Post Generasi Z (Penduduk yang lahir tahun 2013 sampai sekarang), Boomer (penduduk yang lahir tahun 1946-1964), dan Pre Boomer (penduduk yang lahir sebelum tahun 1945) masing-masing sebesar 18,82%, 14,07%, 6,66%, dan 0,40%. Diarsipkan 2021-12-14 di Wayback Machine.

Penduduk kabupaten ini mayoritas berasal dari Suku Mee sebagai suku asli setempat, dan juga sebagian pendatang yang didominasi oleh suku-suku Sulawesi seperti Toraja, Buton, dan Bugis. Kabupaten Deiyai merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Paniai.

Danau tigi berada di Kabupaten Deiyai, Papua. Danau ini terletak 1.700 meter di atas permukaan laut dan memiliki kedalaman hingga 150 meter. Danau ini beriklim pegunungan yang sangat dingin. Danau tigi memiliki wisata alam yang luar biasa, suasana yang sejuk dan menyegarkan, hamparan air yang jernih, serta pemandangan yang memesona di bawah kaki gunung deiyai.

Di tengah Danau Tigi terdapat Pulau Duamo. Tempat wisata yang sangat menarik perhatian bagi wisatawan. Sehingga banyak wisatawan lokal berkunjung di Pulau Duamo itu. Sayangnya, danau tersebut hingga kini tidak ada pengungjung dari wisatan regional maupun manca negara.

Akses ke Danau Tigi, dapat memulai perjalanan dari Kota Nabire. Dari Kota Nabire, tersedia dua jalur menuju kawasan Danau Tigi. Pertama, menggunakan jalur darat dengan menyewa mobil untuk melintasi medan jalan yang terjal dan berkelok-kelok. Kedua, mengambil jalur udara dengan menumpang pesawat AMA, MAF, Trigana dan Merpati, yang bisa mendarat di wilayah dataran tinggi dengan karakteristik landasan dari tanah.

Berita dari Masjid

Artikel pilihan untuk peningkatan pengetahuan dan berbagi dari seluruh masjid di Indonesia.