RAYA NYALINDUNG
Jl. Raya Bandung Cirebon Desa Padanaan, Paseh , Kabupaten Sumedang, Jawa Barat
RAYA NYALINDUNG
PERAN DAN FUNGSI MASJID RAYA NYALINDUNG DALAM MEMUPUS PENCITRAAN BURUKDAERAH KABUPATEN SUMEDANG (Sebuah Telaah Sejarah) DI AJUKAN SEBAGAI SYARAT MENGIKUTI ASESMEN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN AGAMA KANTOR WILAYAH PROVINSI JAWA BARAT DI SUSUN OLEH H. RAHMAT HIDAYAT, S.Ag, M.SI Penyusun Standarisasi Masjid Kementerian Agama Kantor Kabupaten Sumedang BAB.I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Konon sekitar tahun 50 – 60 an jalan raya Sumedang – Cirebon relative kecil, dengan badan jalan yang jelek dan penuh dengan jalan yang menanjak maupun menurun diserta belokan yang sangat tajam, tidak sedikit banyak kendaraan roda empat yang mogok atau terguling di daerah sana, khususnya daerah tanjakan Nyalindung sampai dusun Sasak dua, secara otomatis banyak para sopir dan awak kendaraan yang kelelahan serta kelaparan, sedangkan di jalur jalan itu belum banyak rumah penduduk yang berdiri pinggir jalan, apalagi warung-warung yang menjajakan makanan atau minuman. Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk membuka warung kecil-kecilan yang hanya untuk menjual kopi dan makanan para sopir dan awak kendaraan, karena menurut masyarakat dianggap menghasilkan secara ekonomis sangat luyaman menguntungkan dari penghasilan warung tersebut, lama kelamaan berdirilah rumah-rumah yang sekaligus difungsikan juga sebagai warung penyedia kopi dan makanan. Sejalan dengan perkembangan jaman di sepanjang jalan itu, banyak sopir dan awak angkutan yang iseng-iseng menanyakan wanita yang dianggap bisa menemani para sopir dan awak kendaraan untuk sekedar makan dan minum, bahkan bisa sampai menemani tidurnya. Sekitar tahun 80 an perubahan ekonomi di sepanjang jalan itu mulai mengeliat dan menggiurkan para pembuka warung, sehingga tak tanggung-tanggung layanan 24 jam pun dibuka sekaligus menyediakan wanita yang bisa diajak untuk berkencan. Peredaran minuman keraspun tak kalah ketinggalan, sampai di dusun nyalindung berdirilah sebuah kafe yang pertama kali ada di Kabupaten Sumedang.Kondisi tersebut berjalan sampai akhir tahun 2002, dengan dampak social negative yang banyak merugikan masyarakat Kabupaten Sumedang pada umumnya. Adapun dampak social yang negative antara lain : 1. Banyak Masyarakat yang mengidap penyakit Speelis, dan Gonorcheu (raja singa); 2. Perjudian yang marak di kafe dan warung-warung; 1 3. Dusun Nyalindung sebagai tempat transaksi Birahi, Transaksi peredaran minuman keras dan NAFZA; 4. Perkelahian yang berakhir dengan pembunuhan; 5. Berdampak terhadap generasi muda khususnya yang ada di sekitar jalan itu; Dengan kondisi Nyalindung yang seperti itu, nama Kabupaten Sumedang terkenal dengan daerah tujuan bisnis birahi dan peredaran minuman keras, sehingga nama nyalindung terkenal ke seluruh pelosok khusunya Jawa Barat sampai ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kondisi seperti itu mulai mendapat perhatian dari warga sekitar dan Pemerintah setempat untuk melakukan perlawanan, namun upaya yang dilakukan pun sia-sia, karena para pramu nikmat dan penyedia warem tetap menyediakan layanan 24 jam untuk memenuhi tamunya yang dating ke tempat itu. Akhirnya pada tahun 2002 warem dan kafe yang ada di sepanjang jalan itu secara berangsur di bakar oleh masyarakat, sehingga dalam kurun waktu lima bulan jalan tersebut sepi dari hiruk pikuk penjaja sek komersial dan minuman keras. Untuk meminimalisir perkembangan penjaja sek komersial dan minuman keras, Pemerintah Daerah pada tahun 2003 di buatlah Masjid yang berlokasi tepat eks Kafe yang sering digunakan tempat maksiat, dengan penggagas Bupati Sumedang Drs. H. Misbach dan para alim ulama yang ada di Kabupaten Sumedang dengan nama Masjid Raya Nyalindung (Merlin). Saat ini masjid tersebut tetap berdiri megah di pinggir jalan degan fasilitas Waserda dan tempat parker yang cukup luas. Pertama kali yang mengeloa masjid Nyalindung atas kepercayaan Bupati Sumedang Drs. H. Misbach, menunjuk Drs. H. M. Athoillah, M.Ag sebagai direktur pengelola pada tahun 2006 – 2009.Dan sejak itulah disekitar daerah masjid nyalindung dapat dirasakan peran dan fungsinya oleh masyarakat. Dan keberadaan Masjid Raya Nyalindung ini diharapkan bisa merubah citra negatif Kabupaten Sumedang, kususnya daerah Nyalindung menjadi tempat yang religius sekaligus menjadi penawar dan jawaban terhadap tantangan tercapainya idealisme peran dan fungsi masjid secara kaffah yang diharapkan memiliki kontribusi terhadap peningkatan keimanan dan ketaqwaan umat Islam di Kabupaten Sumedang dan perwujudan Sumedang sebagai kota yang masyarakatnya Sejahtera, Nyunda, Maju, Mandiri dan Agamis (SENYUM MANIS). 2 Hal itu menjadi daya tarik bagi penulis untuk mengadakan penelitian dengan target sejauhmana dampak negative dan fositifnya setelah dibangunnya Masjid Raya Nyalindung. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas, rumusan masalah yang dapat saya kemukakan sebagai berikut ini, yaitu: 1. Bagaimana peran dan fungsi Masjid Raya Nyalindung dalam Memupus pencitraan burukDaerah Kabupaten Sumedang? 2. Apa pendukung dan penghambat peran dan fungsi Masjid Raya Nyalindung dalam memupus pencitraan burukdaerah Kabupaten Sumedang? C. Tujuan Penulisan Adapun Tujuan Penulisan yang akan dicapai adalah: 1. Untuk mengetahui sejauh mana peran dan fungsi Masjid Raya Nyalindung dalam memupus pencitraan burukdaerah Kabupaten Sumedang 2. Untuk mengetahui faktor yang menghambat dan mendorong keberhasilan Masjid Raya Nyalindung dalam memupus pencitraan burukdaerah Kabupaten Sumedang. 3 BAB. II SEJARAH BERDIRINYAMASJID RAYA NYALINDUNG A. Para Tokoh Penggagas Tokoh penggagas didirikannya Masjid Raya Nyalindung antara lain adalah : 1. Drs.H. Misbach,M.M ( Bupati Sumedang ) 2. Taupiq Gunawansyah ( Ketua DPRD Kab. Sumedang ) 3. Drs.H. A. Yunus, SH,MM, MBA ( Kepala Departemen Agama ) 4. Drs. H. Dede Rusmana ( Ketua STAI Sebelas April Sumedang ) 5. Drs.H. M. Athoillah,M.Ag ( Ketua DMI Kabupaten Sumedang ) 6. Drs.H. Adam Malik Ibrahim ( Ketua MUI Kabupaten Sumedang ) B. Keunikan Bangunan Secara estetika konsep masjid Raya Nyalindung dibuat minimalis dengan konstruksi berlantai 2 (dua) yang di kerjakan oleh CV. Konstruksi yang profesional serta berpengalaman di bidangnya. Masjid Raya Nyalindung disamping mempunyai keunikan berlantai 2 (dua) juga terdapat menara indah yang tinggi, di depan halaman terdapat air mancur dan tempat wudlu yang sangat nyaman. C. Pengurusan Dan Pengelolaan Pengurusan dan Pengelolaan Masjid Raya Nyalindung terbagi ke dalam 2 (dua) manajemen, antara lain : 1. STAI Sebelas April Sumedang (sebagai pembina kegiatan) 2. Pengurus DKM (sebagai pengelola harian) Periode pertama (2006 – 2009) kepengurusan DKM di percayakan kepada : Drs. H. M. Athoillah, M.Ag ( sebagai Direktur ) Drs. H. Durahman, M.Pd ( sebagai Sekretaris ) Drs. Yayan Muchtar ( sebagai Bendahara ) Dan di dukung dengan beberapa bidang pekerjaan yang dibutuhkan pada saat itu. Periode kedua (2014 sampai dengan 2019 ) kepengurusan DKM di percayakan kepada : Drs. Lili Sadeli, M.Mpd ( sebagai ketua ) H. Rahmat Hidayat, S.Ag,M.Si ( sebagai Sekretaris ) Drs. Asep Supriatna ( sebagai bendahara ) 4 BAB. III PERAN DAN FUNGSI MASJID RAYA NYALINDUNG A. Pengertian Masjid Secara bahasa, masjid bermakna tempat sujud. Secara istilah syar’i, masjid memiliki dua makna, umum dan khusus.Makna secara umum mencakup mayoritas muka bumi, karena diperbolehkan bagi kita shalat di manapun kita berada (kecuali beberapa tempat yang dilarang oleh syariat). Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ???????? ??? ???????? ????????? ?????????? “Telah dijadikan untukku seluruh muka bumi ini sebagai tempat sujud dan alat untuk bersuci.” (Muttafaq ‘alaihi). Adapun maknanya secara khusus adalah sebuah bangunan yang didirikan sebagai tempat untuk berdzikir kepada Allah subhaanahu wa ta’aalaa, shalat dan membaca Al-Qur`an sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam: …???????? ???? ???????? ????? ????? ???????? ???????????? ??????????? ?????????? “…(masjid-masjid itu) hanyalah dibangun untuk berdzikir kepada Allah ‘azza wa jalla, shalat dan membaca Al Qur’an.” HR Muslim Secara terminologis masjid diartikan sebagai tempat beribadah umat Islam, khususnya dalam menegakkan shalat.Masjid sering disebut Baitullah (rumah Allah), yaitu bangunan yang didirikan sebagai sarana mengabdi kepada Allah.Pada waktu hijrah dari Mekah ke Madinah ditemani shahabat beliau, Abu Bakar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati daerah Quba di sana beliau mendirikan Masjid pertama sejak masa kenabiannya, yaitu Masjid Quba (QS 9:108, At Taubah).Setelah di Madinah Rasulullah juga mendirikan Masjid, tempat umat Islam melaksanakan shalat berjama’ah dan melaksanakan aktivitas sosial lainnya.Pada perkembangannya disebut dengan Masjid Nabawi. Menurut Wahbah ar-Zuhali (guru bahasa fiqih Islam di Universitas Damaskus, Suriah),dinding masjid baik sebelah luar maupun sebelah dalam, dianggap bagian dari sebuah masjid yang harus dipelihara kehormatannya. 5 Demikian juga dengan atap, serambi, dan sumur yang terdapat di dalamnya.Karena itu semua bagian dari masjid, maka baginya berlaku hokum masjid, misalnya orang yang berhadas besar (hadas dilarang berada di serambi masjid, karena serambi masjid bagian masjid). Imam Asy-Syafii dan pengikutnyaberpendapat bahwa sah itikaf di serambi masjid atau di atapnya, sebagaimana orang yang bermakmum kepada imam masjid, sedang ia berada di serambi masjid, maka shalat jamaahnya sah dan dihukumkan sebagai shalat di masjid. Mazhab-mazhab lain juga berpendapat demikian. Masjid juga disebut dengan Baitullah atau 'Rumah Atlah'.Ada tiga masjid menurut ajaran Islam, yang diutamakan dari masjid-masjid lainnya di dunia ini. Di luar ketiga masjid ini, semua masjid dipandang sama dan sederajat. Ketiga masjid itu adalah (1) Masjidilharam di Mekah (2) Masjid Nabawi di Madinah dan (3) Masjidil Aqsha di Yerusalem.Rasulallah SAW bersabda, "Jangantah kamu faepergian fmelakukan ziarah), kecuati ke ketiga masjid yaitu Masjidil Haram, masjidku ini, dan Masjidil Aghsa."(HRAl-Bukhari dan Muslim). Masjid yang pertama kali dibangun adalah masjidHharam, masjid ini dibangun oleh Nabi Ibrahim AS, sebagaimana yang terdapat dalam surat Al-Baqoroh (2) ayat 127 yang artinya "Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan (mernbina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail {seraya berdoa). B. Peran dan Fungsi Masjid 1. Peran & Fungsi Masjid di Masa Rasulullah SAW Firman Allah : ???????? ???????? ????????? ??????? ???? ????? ????????? ??????????? ???????? ????????? ?????????? ?????? ?????????? ?????? ?????? ?????? ??????? ? ???????? ?????????? ???? ????????? ???? ?????????????? "Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta mendirikan sholat, menunaikan zakat dan tidak takut selain kepada Allah.Maka merekalah ornag-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk"(QS. At-Taubah : 18) "Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah bangunkan untuknya rumah disyurga" (QS. HR. Muslim). 6 "Tidaklah Aku ciptakan jin dan maunia, kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku" (QS. Adz-Dzariyaat : 56) "Yaitu orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan sholat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar.Dan kepada Allah-lah kembalki segala urusan" (QS. Al-Hajj : 41) 2. Peran dan Fungsi strategis masjid Raya Nyalindung sebagai pemberdayaan umat Peran strategis sebagai wadah pemberdayaan ummat terdapat ada empat fungsi dan peran masjid antar lain sebagai berikut: a. Pusat Pendidikan dan Pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan merupakan peran strategis yang saat ini telah banyak dilakukan di masjid. Proses ini ditandai dengan adanya kegiatan pendidikan dan pemberian pelatihan-pelatihan diantaranya dengan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan Taman Pendidikan Al Quraan (TPA), Remaja Masjid maupun Ta’mir Masjid beserta kegiatannya. Dalam konteks ini masjid berfungsi sebagai tempat untuk belajar mengajar, khususnya ilmu agama yang merupakan fardlu ‘ain bagi umat Islam. Disamping itu juga ilmu-ilmu lain, baik ilmu alam, sosial, humaniora, keterampilan dan lain sebagainya dapat diajarkan di Masjid. b. Pusat Penjaringan Potensi Umat. Masjid dengan jamaah yang selalu hadir sekedar untuk menggugurkan kewajibannya terhadap Allah bisa saja mencapai puluhan, ratusan, bahkan ribuan orang jumlah-nya. Ini bisa bermanfaat bagi berbagai macam usia, beraneka profesi dan tingkat (strata) baik ekonomi maupun intelektual, bahkan sebagai tempat berlangsungnya akulturasi budaya secara santun apabila dilakukan penjaringan pada petensi-potensi yang mereka miliki. c. Sebagai tempat pembinaan jama’ah Masjid berperan dalam mengkoordinir mereka guna menyatukan potensi dan kepemimpinan umat.Selanjutnya umat yang terkoordinir secara rapi dalam organisasi Ta’mir Masjid dibina keimanan, ketaqwaan, ukhuwah imaniyah dan da’wah islamiyahnya.Sehingga Masjid menjadi basis umat Islam yang kokoh. 7 d. Sebagai pusat da’wah dan kebudayaan Islam Masjid merupakan jantung kehidupan umat Islam yang selalu berdenyut untuk menyebarluaskan da’wah islamiyah dan budaya islami.Di Masjid pula direncanakan, diorganisasi, dikaji, dilaksanakan dan dikembangkan da’wah dan kebudayaan Islam yang menyahuti kebutuhan masyarakat.Karena itu Masjid, berperan sebagai sentra aktivitas da’wah dan kebudayaan. e. Sebagai Pusat Pengembangan Budaya dan Tradisi Islami Masjid sebagai tempat melestarikan dan mengembangkan beragam tradisi dan seni yang telah dilembagakan masyarakat muslim melalui program pembinaan qira’atul Qur’an bit taghanni (membaca dengan lagu), latihan seni hadrah, pembacaan sholawat Nabi , penyelenggaraan Peringatan Hari-Hari Besar Islam dan lain-lain. f. Sebagai Pusat Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi Masjid sebagai tempat pemberdayaan kaum dhuafa dan mustad’afin (terutama fakirmiskin dan anak yatim) melalui program pembentukan lembaga Zakat , Infak dan Shadaqah, lembaga ekonomi umat, pemberian santunan kepada dhuafa dan pelatihan kewirausahaan. Berdasarkan potensi di atas dapat di pahami bahwa secara komprehenship masjid mempunyai peran yang sangat strategis tidak hanya sebagai tempat ibadah semata-mata tetapi juga mempeunya peran dalam membrdayakan ummat islam baik dari segi budaya dan ekonomi. Peran stregis ini perlu dikembangan berdasar kepada kebutuhan dan potensi umat. C. Visi dan Misi Masjid Raya Nyalindung a) Visi Masjid Raya Nyalindung Penyelenggaraan kegiatan dan pengembangan Masjid Raya Nyalindung bernafaskan visi: "TERWUJUDNYA MASJID RAYA NYALINDUNG SEBAGAI MEDIA DAKWAH KAFFAH MENUJU NUANSA DINAMIKA KEHIDUPAN UMAT YANG HUMANIS-RELIGIOUS-ISLAMI". b) Misi Masjid Raya Nyalindung Untuk menopang visi tersebut, misi yang dilandasi aktivitas penyelengggaraan kegiatan dan pengembangan Masjid Raya Nyalindung adalah sebagai berikut: 8 1. Menjunjung tinggi nilai-nilai ketauladanan dalam pembentukan generasi muslim yang beriman dan bertaqwa serta berakhlakul karimah. 2. Menggali nilai-nilai baru yang lebih baik, berlandaskan nilai-nilai lama yang baik dan terpuji. 3. Membentuk generasi muslim yang kreatif dan inofatif serta berwawasan islami secara komprehensif. 4. Menata sarana dan prasarana lingkungan yang aman, nyaman, tertib, dan anggun sebagai sarana peribadatan. 5. Memberikan sistem pelayanan secara profesional dan proporsional bagi kemaslahatan umat. D. Program Kerja DKM Masjid Raya Nyalindung Dalam upaya merealisasikan visi, misi dan tujuan pengelolaan Masjid Raya Nyalindung, Dewan Pengelola mengembangkan (memperdalam, memperkaya dan memodifikasi) pola-pola kebijakan dan penyusunan program kerja secara terencana. Untuk kepentingan tersebut, DKM mengembangakan beberapa program kerja sebagai berikut: 1. Bidang Idaroh Nama program : Bidang Pengembangan Program dan Organisasi Sasaran : Terbentuk dan tersusunnya Pelaksana Harian dan program kerja jangka pendek serta kerjasama antar lembaga secara proposional dan profesional. Rencana kegiatan :1. Penyusunan Dewan Pengelola 2. Seleksi Pelaksana Harian 3. Pendataan dan Peningkatan Jamaah 4. Penataan Manajemen dan Administrasi Masjid &nbs
Rumah Allah, Pusat Komunitas
Masjid bukan sekadar tempat sholat — ia adalah pusat peradaban Islam, tempat ilmu disebarkan, persaudaraan dijalin, dan jiwa disucikan bersama.
Waktu Sholat di RAYA NYALINDUNG
Dihitung berdasarkan koordinat GPS RAYA NYALINDUNG — bukan jadwal kota umum. Akurat untuk lokasi masjid ini.
| JUNI 2026 (15 DZUL HIJJAH 1447 s.d. 14 MUHARRAM 1448 ) | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| RAYA NYALINDUNG — (6° 47' 26.69" LS 108° 2' 30.43" BT GMT+7) Koordinat masjid | |||||||
| Tgl Masehi | Tgl Hijriah | Imsak | Shubuh | Dhuhur | Ashar | Maghrib | Isya' |
| 1 Juni 2026 | 04:32 | 11:50 | 15:09 | 17:41 | 18:55 | ||
| 2 Juni 2026 | 04:32 | 11:50 | 15:10 | 17:41 | 18:55 | ||
| 3 Juni 2026 | 04:33 | 11:50 | 15:10 | 17:41 | 18:55 | ||
| 4 Juni 2026 | 04:33 | 11:50 | 15:10 | 17:42 | 18:55 | ||
| 5 Juni 2026 | 04:33 | 11:50 | 15:10 | 17:42 | 18:55 | ||
| 6 Juni 2026 | 04:33 | 11:51 | 15:10 | 17:42 | 18:55 | ||
| 7 Juni 2026 | 04:33 | 11:51 | 15:10 | 17:42 | 18:56 | ||
| 8 Juni 2026 | 04:33 | 11:51 | 15:11 | 17:42 | 18:56 | ||
| 9 Juni 2026 | 04:34 | 11:51 | 15:11 | 17:42 | 18:56 | ||
| 10 Juni 2026 | 04:34 | 11:51 | 15:11 | 17:42 | 18:56 | ||
| 11 Juni 2026 | 04:34 | 11:52 | 15:11 | 17:43 | 18:56 | ||
| 12 Juni 2026 | 04:34 | 11:52 | 15:11 | 17:43 | 18:57 | ||
| 13 Juni 2026 | 04:34 | 11:52 | 15:11 | 17:43 | 18:57 | ||
| 14 Juni 2026 | 04:35 | 11:52 | 15:12 | 17:43 | 18:57 | ||
| 15 Juni 2026 | 04:35 | 11:52 | 15:12 | 17:43 | 18:57 | ||
| 16 Juni 2026 | 04:35 | 11:53 | 15:12 | 17:44 | 18:58 | ||
| 17 Juni 2026 | 04:35 | 11:53 | 15:12 | 17:44 | 18:58 | ||
| 18 Juni 2026 | 04:35 | 11:53 | 15:13 | 17:44 | 18:58 | ||
| 19 Juni 2026 | 04:36 | 11:53 | 15:13 | 17:44 | 18:58 | ||
| 20 Juni 2026 | 04:36 | 11:53 | 15:13 | 17:44 | 18:58 | ||
| 21 Juni 2026 | 04:36 | 11:54 | 15:13 | 17:45 | 18:59 | ||
| 22 Juni 2026 | 04:36 | 11:54 | 15:13 | 17:45 | 18:59 | ||
| 23 Juni 2026 | 04:37 | 11:54 | 15:14 | 17:45 | 18:59 | ||
| 24 Juni 2026 | 04:37 | 11:54 | 15:14 | 17:45 | 18:59 | ||
| 25 Juni 2026 | 04:37 | 11:55 | 15:14 | 17:45 | 18:59 | ||
| 26 Juni 2026 | 04:37 | 11:55 | 15:14 | 17:46 | 19:00 | ||
| 27 Juni 2026 | 04:37 | 11:55 | 15:14 | 17:46 | 19:00 | ||
| 28 Juni 2026 | 04:38 | 11:55 | 15:15 | 17:46 | 19:00 | ||
| 29 Juni 2026 | 04:38 | 11:55 | 15:15 | 17:46 | 19:00 | ||
| 30 Juni 2026 | 04:38 | 11:56 | 15:15 | 17:47 | 19:00 | ||
Gambar dibuat otomatis · Klik untuk membuka
Ingatkan jamaah agar sholat tepat waktu
Kirim jadwal RAYA NYALINDUNG ke grup WA, atau unduh gambarnya untuk kamu post ke Instagram Stories — langsung dari halaman ini.
Untuk IG Stories: unduh gambar → buka Instagram → unggah ke Stories → "Add to Story"
Tampilan Widget
Update otomatis setiap hari
Pasang widget ini di website masjidmu — jadwal sholat tampil otomatis setiap hari, tanpa perlu update manual. Cukup salin satu baris kode.
Salin kode ini, tempelkan di halaman website kamu:
Sesuaikan ukuran:
— QS. An-Nisa: 103
Arah Kiblat
Hadapkan Dirimu ke Arah Ini Sebelum Sholat
Arah kiblat dihitung dari koordinat menuju Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah (21.4225°LU, 39.8262°BT).
108° 2' 30.43" BT
Kira-kira ke arah barat laut dari .
🟢 Jarum hijau = arah Ka'bah
Aktifkan kompas untuk rotasi otomatis
Lokasi & Arah
Temukan alamat lengkap dan petunjuk arah menuju RAYA NYALINDUNG
RAYA NYALINDUNG
Pengurus berganti — data keuangan harusnya tidak ikut hilang.
Ribuan DKM kehilangan catatan kas, laporan, dan daftar donatur saat pergantian pengurus. Taqmir menyimpan semua riwayat secara digital dan aman.
Pelajari Taqmir
Wujudkan Masjid Digital
yang Profesional & Terpercaya
Ribuan jamaah mencari informasi masjid secara online setiap hari. Pastikan RAYA NYALINDUNG hadir secara digital — dengan jadwal sholat akurat, pengumuman kegiatan, dan donasi online yang transparan. Semuanya gratis, dan aktif hanya dalam 1×24 jam.
Form klaim diisi di app.taqmir.com · Verifikasi & persetujuan oleh tim admin Taqmir · Proses aman & terenkripsi
Pengurus berganti — data keuangan harusnya tidak ikut hilang.
Ribuan DKM kehilangan catatan kas, laporan, dan daftar donatur saat pergantian pengurus. Taqmir menyimpan semua riwayat secara digital dan aman.
Jadikan masjid ini favoritmu. Dapatkan notifikasi jadwal, kegiatan, dan pengumuman penting langsung ke akunmu.
Masuk untuk Mengikuti0 jamaah mengikuti masjid ini
Hubungi pengurus RAYA NYALINDUNG langsung — tanya jadwal, info kegiatan, atau sampaikan saran.
RAYA NYALINDUNG?
Ulasan nyata dari jamaah yang pernah berkunjung
Belum Ada Ulasan
Jadilah yang pertama berbagi pengalamanmu di RAYA NYALINDUNG.
Ulasanmu sangat berarti bagi jamaah lain! 🤲
Pertanyaan tentang
RAYA NYALINDUNG
Jawaban atas hal-hal yang sering ditanyakan jamaah — tentang jadwal, donasi, galeri, dan cara ikut berkontribusi.
❓ Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
📖 Kenali Lebih Dalam
Ada yang ingin kamu tanyakan langsung kepada pengurus RAYA NYALINDUNG?
Kirim pesan — pengurus akan membalas ke nomor WhatsApp yang kamu cantumkan.
Tanyakan jadwal, kegiatan, info masjid, atau sampaikan saran dan masukan langsung ke pengurus RAYA NYALINDUNG.
Pesanmu langsung diterima pengurus masjid.