Logo BAITURRAHIM

BAITURRAHIM

Tualang, Peureulak , Kabupaten Aceh Timur, Aceh

Berdiri 1855 ±600 Jamaah
Tentang Masjid

BAITURRAHIM

Sejara Masjid TualangPeureulak merupakan kota tua, yang lebih dikenal dengan sejarahnya yang gemilang di Dunia Islam Asia tenggara khususnya Indonesia.Bandar khalifah.itulah nama awal pertama daerah Peureulak tepatnya di desa Paya Meuligoe, tempat Kerajaan Islam pertama Asia Tenggara pada tahun 225 H dengan Raja pertamannya Sayyed Maulana Abdul Aziz Syah. Bandar Khalifah yang dulunya merupakan kota Perdangan antar bangsa seperti gujarat (India) Arab dan persia serta sebagian negara-negara Eropa seperti inggris, Perancis, Belanda, Portugis dan lain-lain. Awal perkembangan dan penyebaran Islam bermula dari Bandar Kahalifah (Paya Meuligo Sekarang) yang di sebarkan Oleh para Ulama-ulama dari peureulak dan dari Daerah lainnya.sehingga Agama Islam di Asia Tenggara berkembang dan menyebar dari bandar Khalifah yang kemudian menjadi Peureulak. Pada tahun 1980 di Kuala Simpang dimana para ahli sejarah berkumpul dalam sebuah forum ilmiah untuk membedah sejarah Islam. Peristiwa bersejarah itu diberi tema: Seminar Sejarah Masuk Dan Berkembangnya Islam Di Aceh Dan Nusantara, yang dihadiri oleh sejarahwan dan budayawan dari dalam dan luar negeri. Berdasarkan data yang tersedia sebanyak 199 orang turut serta dalam acara yang diprakarsai oleh Ali Hasjmi tersebut, termasuk Prof. DR. HAMKA. Dari seminar tersebut dilahirkan beberapa kesimpulan, di antaranya: Peureulak adalah daerah pertama masuknya Islam di Nusantara, bahkan menjadi kerajaan tertua di Asia Tenggara yang dimulai dengan diproklamirkannya kerajaan Peureulak oleh sultan Said Maulana Abdul Aziz Syah pada tahun 225 Hijriah bertepatan dengan 840 Masehi. Dengan dikeluarkannya hasil seminar tersebut dengan sendirinya mengukuhkan bahwa kerajaan Peureulak lebih tua dari kerajaan Pasai (Pase) yang baru dimulai pada abad ke 11 Masehi. Untuk memugar kembali situs sejarah Peureulak yang telah lama terbengkalai, seminar merekomendasikan untuk dibangun sebuah monumen sejarah, untuk itu perlu dibentuk sebuah badan yang bekerja khusus untuk program tersebut yang diberi nama Yayasan Monumen Islam Asia Tenggara disingkat dengan MONISA. Maka pada tahun 1981 yayasan monisa didirikan, dari susunan strukturnya terpancar optimisme bahwa lembaga tersebut akan sanggup melaksanakan amanah yang dibebankan kepadanya, karena sangat banyak tokoh intelektual dan pejabat publik pada masa itu terlibat dalam struktur, bahkan siapa saja yang menjadi Bupati Aceh Timur secara otomatis menjadi ketua yayasan. Optimisme pun berbinar-binar dimata masyarakat Aceh khususnya penduduk peureulak sehingga satu persatu masyarakat yang tanahnya masuk dalam site plan monisa bersedia melepaskan tanah mereka dengan ganti rugi alakadarnya, sehingga dalam waktu singkat tanah seluas 122.292m2 yang terletak di desa Paya Meuligoe yang diyakini sebagai bekas kerajaan Peureulak berhasil dibebaskan oleh pengurus monisa. Dukungan pemerintah pun terlihat sangat serius, setiap tahun Pemda Aceh Timur ikut menganggarkan dana untuk pembangunan situs bersejarah tersebut, dukungan masyarakat secara pribadi juga sangat antusias, pada tahun 1983 sebuah gedung serba guna yang menurut rencana akan dijadikan sekretariat monisa berhasil dibangun atas sumbangan H. Abu bakar Abdy. Dalam bidang perencanaan, monisa membentuk tim khusus yang dikenal dengan tim 4 dipimpin oleh Ir. Abdul Hadi, cs. Dalam hal ini monisa telah menyiapkan denah yang sangat detail di lokasi monisa mulai dari bangunan induk yang merupakan gedung yang sangat apik dan indah, dilengkapi dengan komplek pendidikan mulai dari TK hingga perguruan tinggi, juga ada dayah tradisional untuk melestarikan ciri khas budaya Aceh, maket rumah yang berciri khas budaya dari berbagai negara ASEAN, maket rumah adat dari berbagai suku di Indonesia, ada kolam Nurul A’la, pemandian air panas, danau Banta Amat, taman bunga dan lain-lain, bahkan mereka sudah membuat sebuah maket monumen yang sangat indah, maket tersebut sering dipajang pada acara-acara pameran dan sering menimbulkan decak kagum pengunjung atas keindahannya. Secara historis Aceh sangat layak untuk memiliki monumen tersebut, kalau saja hal itu betul-betul dapat diwujudkan maka Aceh akan kaya dengan berbagai monumen berkelas internasional seperti Monumen Tsunami, Monumen Perdamaian, dan tentu saja Monumen Islam Asia Tenggara. Namun sangat disayangkan setelah melewati waktu yang sangat lama monumen Islam yang menjadi harapan masyarakat Aceh terutama masyarakat Peureulak yang telah rela mewakafkan tanah mereka untuk proyek tersebut tak kunjung tiba. Sebuah gedung serba guna yang pernah dibangun 25 tahun silam, kini tak terurus dan telah menjadi bak kandang sapi, maket monisa yang sering menjadi bahan pameran kini telah rusak dan hilang entah kemana. Permasalahan Kini setelah 28 tahun berlalu, generasi telah berganti, sebagian orang yang turut serta memperjuangkan monisa telah satu persatu menghadap Ilahi. Mungkin sebagian lagi masih ada yang diberi umur oleh Allah swt sehingga sempat membaca tulisan ini. Namun sayup-sayup gema monisa lenyap ditelan zaman. Saksi-saksi persitiwa seminar itupun hampir lenyap, sebuah gedung di komplek pertamina yang dulunya menjadi tempat seminar telah kusam, dan nyaris tak terurus lagi, yang tinggal kini hanya tanah kosong seluas 12 hektar di Paya Meuligoe yang merupakan wakaf masyarakat, beberapa plang nama pada simpang jalan di Peureulak dan beberapa makam tua yang diklaim sebagai raja. Banyak orang yang bertanya-tanya apa sebab pembangunan monisa gagal di tengah jalan. Sebelum pertanyaan itu dijawab oleh yang berkompeten, penulis mencoba menganalisa beberap sebab yang menghambat atau memperlambat pembangunan monisa tersebut. Sebagian analisa disini merupakan hasil kajian dan pembahasan bersama pengurus monisa yang baru yang mulai bertugas pada tahun 2008, permasalahan tersebut antara lain: 1. Kebanyakan pengurus monisa adalah birokrat dan pejabat publik, sehingga tidak fokus dalam masalah monisa, sejak pertama didirikan ketua harian monisa adalah Bupati Aceh Timur, siapa saja yang menjadi bupati dialah yang menjadi ketua monisa. Hal itu menjadi salah satu faktor terlambatnya pergerakan monisa karena bupati dengan kesibukannya tentu saja sangat sedikit waktu untuk mengurus hal seperti itu. Menyadari banyaknya kendala struktural di tubuh yayasan, maka pada tahun 2008 dilakukan revisi pengurus secara total dengan melibatkan lebih banyak pihak yang umumnya merupakan tokoh muda, juga merangkul tokoh-tokoh dari luar Aceh Timur sehingga kesan ekslusifisme monisa dapat dihilangkan. 2. Tidak dilakukan penggalian arkeologi secara mendalam pada lokasi yang diyakini sebagai bekas kerajaan Peureulak, sejauh ini keyakinan bahwa Peureulak sebagai kerajaan Islam Pertama di Asia Tenggara didapati dari literatur baik lokal maupun asing seperti Marcopolo. Namun, lokasi kerajaannya secara persis masih bersumber dari informasi lisan masyarakat setempat. Penggalian nisan pernah dilakukan sebelum seminar diadakan dengan menghadirkan Tgk. H. Abdullah Ujong Rimba yang pada saat itu menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Aceh. Namun penggalian yang dilakukan beliau perlu dikuatkan lagi oleh arkeolog sehingga hasilnya betul-betul dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Sebelumnya Ketua Lembaga Dinas Purba kala Pusat Jakarta Drs. Hasan Ma’arif Ambary telah hadir di Peureulak dan ikut dalam seminar tahun 1980 bahkan menyampaikan makalah dengan judul: bangun dan berkembangnya Islam di Peureulak ditinjau dari segi arkeologi. Akan tetapi kedatangan beliau ke Peureulak hanya sekedar meninjau lokasi bekas kerajaan bukan untuk melakukan penggalian, sehingga dalam makalahnya beliau merekomendasikan supaya dilakukan penelitian arkeologi yang lebih mendalam lagi di masa yang akan datang. Rekomendasi tersebut sampai saat ini belum dilakukan. Sebagian tokoh masyarakat di kawasan Paya Meuligoe meyakini dari hasil penggalian nisan yang dilakukan oleh Tgk. H. Abdullah ujong Rimba, terdapat tulisan Abdul Aziz pada nisan tersebut. Tulisan itu telah tertanam ke dalam tanah sehingga tidak dapat dibaca lagi, penulis pun sudah melihat foto nisan tersebut setelah diangkat dari makam, namun masih meragukan kebenaran informasi tersebut. Untuk memastikan pernyataan itu pengurus monisa yang baru, mengundang beberapa orang pakar untuk melakukan kajian langsung terhadap makam dan nisan yang diyakini milik sultan Said Maulana Abdul Aziz Syah. Penggalian dilakukan pada tanggal 17 Agustus 2008 dibawah pimpinan arkeolog muda Aceh, Dedi Satria. Setelah nisan digali sampai ke akarnya tidak juga ditemukan nama sebagaimana yang diharapkan, walau demikian arkeolog tersebut mengakui kalau nisan itu telah berumur lebih dari 800 tahun. Penggalian arkeologis sangat diperlukan untuk menyatakan pada dunia tentang keabsahan historis suatu situs bersejarah, sehingga tidak menimbulkan kesalahan di masa yang akan datang. 3. Kebanyakan penulis sejarah termasuk Prof. Ali Hasjmi sering mengutip kitab Idharul Haq Fi Mamlakatil Firlak Wal Fasi, karya Abu Ishak Al-Makarani sebagai rujukan, karena disana mengandung sejarah Peureulak dan silsilah raja-rajanya. Bahkan lembaran lepas dari kitab tersebut yang berisi silsilah raja peureulak sempat dibawa ke tempat seminar di Kuala Simpang pada tahun 1980. Foto copy lembaran itu juga ada sama penulis, namun lebih dari itu belum ada kabarnya. Dalam dokumen monisa dituliskan, kitab itu secara utuh berada pada seorang warga Peunaron yang bernama pang Akob atau Lebai Akob. Setelah dilakukan penelusuran, ternyata yang bersangkutan telah meninggal dunia dan kitab itu belum ada kabarnya dimana. Seorang budayawan Aceh Nab Bahany As mengakui pernah melihat kitab tersebut di simpang balik Aceh Tengah pada tahun 1980-an sedang diterjemahkan oleh Teungku Adu atau Kek Adu yang berasal dari Matang Rubek Aceh Utara. Lalu pada tanggal 18 Agustus 2008 kami bersama pengurus monisa pergi ke Matang Rubek untuk mencari orang yang disebutkan oleh Teungku Nab Bahany. Sama halnya dengan Lebai Akob, Teungku Adu tersebut juga telah lama meninggal dunia. Pencarian ke pustaka-pustaka juga sudah dilakukan, termasuk ke museum Aceh dan Museum Ali Hasjmi. Hingga kini belum ada yang bisa menunjukkan kitab yang menjadi juru kunci sejarah Peureulak tersebut, sehingga berbagai informasi penting tentang sejarah Peureulak dan silsilah raja-rajanya masih menjadi misteri. Semoga bagi siapa saja yang menyimpannya bisa berbagi dengan yang lain demi kemaslahatan sejarah Aceh. 4. Sebagian sejarah ada yang berbau mitos, hal itu lumrah terjadi dimana saja apalagi jika sejarah itu tidak didokumentasikan dengan jelas. Umumnya masyarakat kita menyampaikan sejarah kepada generasi berikutnya melalui lisan sehingga akurasi data makin lama makin berkurang atau malah hilang sama sekali. Demikian halnya dengan kisah tentang kerajaan Peureulak, kebanyakan masyarakat hanya mendengarnya lewat hikayat, syair, dan cerita orang-orang tua. Dalam konteks monisa, sebagian besar informasi tentang sejarah Peureulak seperti kisah Nurul A’la, Banta Amat, Nurul Qadimah dan raja-raja bersumber dari cerita orang tua-tua, sehingga akurasi datanya berkurang apalagi cerita itu sudah diwariskan oleh beberapa generasi sehingga berbagai modifikasi bisa saja terjadi dalam penyampaiannya. Demikianlah, apapun rintangannya kita tertantang untuk membuktikan jejak sejarah bangsa kita, secara historis penulis sepakat dengan kesimpulan seminar tahun 1980 bahwa Islam telah masuk ke Aceh pada abad pertama hijriah tepatnya di Peureulak. Hal terpenting menurut penulis saat ini adalah melakukan pembuktian arkeologis pada lokasi sejarah tersebut. Untuk seterusnya baru dilanjutkan dengan pembangunan monumen, supaya tidak adanya bongkar pasang pada bangunan yang dibangun, di tempat yang tidak seharusnya. Semoga pengurus monisa yang baru mampu melakukan tahapan yang benar dalam membangun monisa ke depan sehingga kita tidak terperosok ke lobang yang sama di masa yang akan datang. gambar tentang keadaan Monumen Islam Asia tenggara Mungkin kita akan bertanya-tanya mengapa Peureulak adalah termasuk Kota Suci Peureulak ? padahal yang kita ketahui kota Suci bagi Umat Islam Asia Tenggara adalah Kota Mekkah dan Madinah di Arab Saudi.... mungkin kita akan bertanya-tanya siapa yang telah menyebarkan dan memperkenalkan Islam di Aceh, sejarah yang kita tahu dari Buku-buku sejarah, Islam di bawa oleh Para pedagang dari Gujarat (GUjarat) Atau bangsa Arab bahkan ada juga yang beranggapan bahwa Islam Masuk Ke Aceh Di bawa oleh Bangsa Farsi atau persia.. namun yang jelas Islam di Bawa Ke Peureulak oleh Keturunan Rasulullah yang Suci..... pada abad pertama Hijriah. Seperti telah Di jelaskan Di Atas bahwa Raja Islam Pertama Asia Tenggara adalah Sulthan Sayyid Maulana Abdul Aziz Syah Bin Muhammad Ad Diqai Bin Muhammad Al Mujtaba Bin Jakfar Shadiq (Imam Ke enam Kaum Syiah Imamiyah) Bin Muhammad Al Baqir (Imam Ke Lima Kaum Syi'ah Imamiyah) Bin Ali Zainal Abidin (Imam ke Empat Syi'ah Imaiyah) bin Sayyidina Husain Assyahid (Imam Syiah Imamiyah ke Tiga), adik dari pada Sayyidina Hasan (Imam Syiah Imamiyah ke Dua)bin ‘Ali Al-Murthada (Karamullaha Wajhahu) bin Abi Thallib Melalui perkawinan Ali (Al Murthada) (Imam Pertama Syiah Imamiyah) dengan Putri Rasulullah Sayyidah Fathimah Azzahra Binti Sayyidina Muhammad SAW. Pada Tahun 2010 yang lalu seorang Ulama Besar Iran Ayatullah ( Khomaini) Muhammad Jawad Al Marwi beserta Rombongan Menziarahi Makam Raja Islam Pertama Asia Tenggara dan Beliaulah yang telah memberi Gelar sebagai Kota Suci Peureulak khusus Asia Tenggara.

Rumah Allah, Pusat Komunitas

Masjid bukan sekadar tempat sholat — ia adalah pusat peradaban Islam, tempat ilmu disebarkan, persaudaraan dijalin, dan jiwa disucikan bersama.


— Tualang, Peureulak , Kabupaten Aceh Timur, Aceh
Berdiri sejak 1855
±600 jamaah aktif
1855
Tahun Berdiri
600
Jumlah Jamaah
4.800 m2
Luas Tanah
Wakaf
Status Tanah
486 m2
Luas Bangunan
0
Muazin
3
Khatib
0
Remaja Masjid
Jadwal Resmi Masjid Ini

Waktu Sholat di BAITURRAHIM

Dihitung berdasarkan koordinat GPS BAITURRAHIM — bukan jadwal kota umum. Akurat untuk lokasi masjid ini.

Koordinat spesifik masjid ini 4° 48' 51.92" LU, 97° 53' 2.15" BT · GMT+7 · JUNI 2026
JUNI 2026 (15 DZUL HIJJAH 1447 s.d. 14 MUHARRAM 1448 )
BAITURRAHIM — (4° 48' 51.92" LU  97° 53' 2.15" BT  GMT+7) Koordinat masjid
Tgl Masehi Tgl Hijriah Imsak Shubuh Dhuhur Ashar Maghrib Isya'
1 Juni 202615 Dzul Hijjah 144704:4304:5312:3015:5418:4119:55
2 Juni 202616 Dzul Hijjah 144704:4304:5312:3115:5518:4119:55
3 Juni 202617 Dzul Hijjah 144704:4304:5312:3115:5518:4119:56
4 Juni 202618 Dzul Hijjah 144704:4304:5312:3115:5518:4219:56
5 Juni 202619 Dzul Hijjah 144704:4304:5312:3115:5518:4219:56
6 Juni 202620 Dzul Hijjah 144704:4304:5312:3115:5618:4219:57
7 Juni 202621 Dzul Hijjah 144704:4304:5312:3115:5618:4219:57
8 Juni 202622 Dzul Hijjah 144704:4304:5312:3215:5618:4219:57
9 Juni 202623 Dzul Hijjah 144704:4304:5312:3215:5718:4319:57
10 Juni 202624 Dzul Hijjah 144704:4304:5312:3215:5718:4319:58
11 Juni 202625 Dzul Hijjah 144704:4404:5412:3215:5718:4319:58
12 Juni 202626 Dzul Hijjah 144704:4404:5412:3215:5718:4319:58
13 Juni 202627 Dzul Hijjah 144704:4404:5412:3315:5818:4419:58
14 Juni 202628 Dzul Hijjah 144704:4404:5412:3315:5818:4419:59
15 Juni 202629 Dzul Hijjah 144704:4404:5412:3315:5818:4419:59
16 Juni 202630 Dzul Hijjah 144704:4404:5412:3315:5818:4419:59
17 Juni 20261 Muharram 144804:4404:5412:3315:5918:4519:59
18 Juni 20262 Muharram 144804:4504:5512:3415:5918:4520:00
19 Juni 20263 Muharram 144804:4504:5512:3415:5918:4520:00
20 Juni 20264 Muharram 144804:4504:5512:3415:5918:4520:00
21 Juni 20265 Muharram 144804:4504:5512:3416:0018:4520:00
22 Juni 20266 Muharram 144804:4604:5612:3516:0018:4620:01
23 Juni 20267 Muharram 144804:4604:5612:3516:0018:4620:01
24 Juni 20268 Muharram 144804:4604:5612:3516:0018:4620:01
25 Juni 20269 Muharram 144804:4604:5612:3516:0018:4620:01
26 Juni 202610 Muharram 144804:4604:5612:3516:0018:4620:01
27 Juni 202611 Muharram 144804:4704:5712:3616:0118:4720:01
28 Juni 202612 Muharram 144804:4704:5712:3616:0118:4720:02
29 Juni 2026*13 Muharram 144804:4704:5712:3616:0118:4720:02
30 Juni 2026*14 Muharram 144804:4804:5812:3616:0118:4720:02
Sebarkan Jadwal Sholat
Klik Pratinjau

Gambar dibuat otomatis · Klik untuk membuka

Ingatkan jamaah agar sholat tepat waktu

Kirim jadwal BAITURRAHIM ke grup WA, atau unduh gambarnya untuk kamu post ke Instagram Stories — langsung dari halaman ini.

Untuk IG Stories: unduh gambar → buka Instagram → unggah ke Stories → "Add to Story"

Tampilan Widget

Update otomatis setiap hari

Punya website atau blog masjid?

Pasang widget ini di website masjidmu — jadwal sholat tampil otomatis setiap hari, tanpa perlu update manual. Cukup salin satu baris kode.

Salin kode ini, tempelkan di halaman website kamu:

<iframe src="https://dkm.or.id/dkm/widget/105988" width="300" height="460" frameborder="0" style="border-radius:16px;box-shadow:0 4px 24px rgba(0,0,0,.15);" title="Jadwal Sholat BAITURRAHIM"></iframe>
Jadwal otomatis update — tidak perlu maintenance apapun
Waktu sholat akurat berdasarkan koordinat BAITURRAHIM
Highlight "waktu berikutnya" otomatis dengan countdown
Bekerja di WordPress, Blogger, Wix, atau HTML biasa

Sesuaikan ukuran:

فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْ ۚ فَاِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ ۚ اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا
"Apabila kamu telah menyelesaikan sholat, berdzikirlah kepada Allah baik ketika berdiri, duduk, maupun berbaring. Sesungguhnya sholat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin."
— QS. An-Nisa: 103

Arah Kiblat

Hadapkan Dirimu ke Arah Ini Sebelum Sholat

Arah kiblat dihitung dari koordinat menuju Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah (21.4225°LU, 39.8262°BT).

292°
dari utara (searah jarum jam)
Koordinat patokan
4° 48' 51.92" LU
97° 53' 2.15" BT

Kira-kira ke arah barat dari .

U S T B
🕋

🟢 Jarum hijau = arah Ka'bah
Aktifkan kompas untuk rotasi otomatis

Lokasi & Arah

Temukan alamat lengkap dan petunjuk arah menuju BAITURRAHIM

BAITURRAHIM
Alamat
Tualang, Peureulak , Kabupaten Aceh Timur, Aceh
Kota / Kabupaten
Manajemen Masjid Digital

Pengurus berganti — data keuangan harusnya tidak ikut hilang.

Ribuan DKM kehilangan catatan kas, laporan, dan daftar donatur saat pergantian pengurus. Taqmir menyimpan semua riwayat secara digital dan aman.

Pelajari Taqmir
Taqmir.com — Platform Masjid Digital

Wujudkan Masjid Digital
yang Profesional & Terpercaya

BAITURRAHIM belum memiliki pengurus terdaftar

Ribuan jamaah mencari informasi masjid secara online setiap hari. Pastikan BAITURRAHIM hadir secara digital — dengan jadwal sholat akurat, pengumuman kegiatan, dan donasi online yang transparan. Semuanya gratis, dan aktif hanya dalam 1×24 jam.

100% Gratis selamanya Aktif dalam 1×24 jam Terverifikasi & terpercaya 10.000+ masjid terdaftar

Form klaim diisi di app.taqmir.com · Verifikasi & persetujuan oleh tim admin Taqmir · Proses aman & terenkripsi

Jadwal Sholat Digital
Waktu sholat akurat otomatis tampil di halaman masjid — jamaah tidak perlu bertanya lagi.
Donasi & Infaq Online
Terima donasi digital dengan laporan transparan. Tingkatkan kepercayaan jamaah & donatur.
Pengumuman & Kegiatan
Sebar informasi kajian, kegiatan ramadan, dan program sosial langsung ke jamaah Anda.
Manajemen Jamaah
Data jamaah terpusat, kelola struktur kepengurusan, dan pantau perkembangan masjid.
Laporan Keuangan
Rekap pemasukan & pengeluaran otomatis. Wujudkan pengelolaan keuangan masjid yang amanah.
Website Resmi Masjid
Profil masjid yang terindeks Google — mudah ditemukan oleh jamaah yang mencari masjid terdekat.
10.000+
Masjid Terdaftar
500K+
Jamaah Aktif
34
Provinsi
"Platform manajemen masjid paling lengkap di Indonesia."
Manajemen Masjid Digital

Pengurus berganti — data keuangan harusnya tidak ikut hilang.

Ribuan DKM kehilangan catatan kas, laporan, dan daftar donatur saat pergantian pengurus. Taqmir menyimpan semua riwayat secara digital dan aman.

Pelajari Taqmir
Favorit Masjid
Ikuti BAITURRAHIM

Jadikan masjid ini favoritmu. Dapatkan notifikasi jadwal, kegiatan, dan pengumuman penting langsung ke akunmu.

Masuk untuk Mengikuti

0 jamaah mengikuti masjid ini

Ada yang ingin ditanyakan?

Hubungi pengurus BAITURRAHIM langsung — tanya jadwal, info kegiatan, atau sampaikan saran.

Ulasan Jamaah
Apa Kata Mereka tentang
BAITURRAHIM?

Ulasan nyata dari jamaah yang pernah berkunjung

Belum ada ulasan
0 ulasan

Jadilah yang pertama memberikan ulasan untuk BAITURRAHIM. Ulasan Anda membantu jamaah lain menemukan masjid yang tepat.

Masuk & Beri Ulasan
Belum Ada Ulasan

Jadilah yang pertama berbagi pengalamanmu di BAITURRAHIM.
Ulasanmu sangat berarti bagi jamaah lain! 🤲

Panduan & Pertanyaan Umum

Pertanyaan tentang
BAITURRAHIM

Jawaban atas hal-hal yang sering ditanyakan jamaah — tentang jadwal, donasi, galeri, dan cara ikut berkontribusi.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

📖 Kenali Lebih Dalam

Kenapa jadwal di sini berbeda dari aplikasi lain?
Waktu adzan di masjid ini

Sebagian besar aplikasi jadwal sholat menggunakan waktu pusat kota — bukan lokasi masjid sesungguhnya. Jadwal yang kamu lihat di sini dihitung khusus dari koordinat BAITURRAHIM, sehingga hasilnya sesuai dengan waktu adzan yang benar-benar dikumandangkan di masjid ini.

Selisihnya mungkin terlihat kecil, 1–3 menit, tapi bagi jamaah yang menepati waktu adzan, itu cukup berarti. Kalau kamu berencana datang langsung ke masjid ini, jadwal di halaman ini adalah yang paling tepat dijadikan patokan.

Pasang jadwal sholat ini di website atau blog kamu
Update otomatis setiap hari

Kalau kamu punya website masjid, blog komunitas, halaman sekolah, atau bahkan link-in-bio — kamu bisa menampilkan jadwal sholat BAITURRAHIM langsung di sana. Cukup salin satu baris kode dari tab "Pasang di Website" di atas, tempelkan di halaman kamu, selesai.

Jadwal di widget itu update sendiri setiap hari — kamu tidak perlu menyentuhnya lagi. Pengunjung website kamu bisa langsung melihat waktu sholat hari ini, berikut countdown ke waktu berikutnya, tanpa harus membuka halaman lain.

Cocok untuk: website masjid, grup WhatsApp dengan halaman info, blog kajian, atau halaman komunitas warga.

Galeri ini dibangun oleh jamaah, untuk jamaah
Dokumentasi bersama

Foto-foto di galeri ini bukan dokumentasi resmi — melainkan kiriman dari orang-orang yang pernah hadir di BAITURRAHIM. Suasana sholat Jumat, kegiatan Ramadan, renovasi masjid, atau sekadar sudut arsitektur yang menarik perhatian.

Kalau kamu punya foto dari masjid ini dan ingin berbagi, kamu bisa mengunggahnya langsung dari halaman ini setelah masuk dengan akun Google. Nama kamu akan tercantum sebagai kontributor, dan foto kamu akan membantu orang lain yang belum pernah ke sini untuk mengenal masjid ini lebih dekat — sebelum mereka datang.

Donasi dari mana saja, kapan saja
Untuk jamaah di perantauan

Tidak semua jamaah yang peduli dengan BAITURRAHIM tinggal di dekat sini. Banyak yang sudah pindah kota, tapi masih merasa memiliki masjid ini — karena di sinilah mereka pernah sholat pertama kali, menikah, atau mengantar jenazah orang tua.

Fitur donasi ini hadir agar siapapun bisa tetap berkontribusi, dari mana saja, tanpa harus hadir secara fisik. Nominal berapapun, langsung masuk ke kas BAITURRAHIM. Progress yang ditampilkan adalah angka nyata dari target yang ditetapkan pengurus — bukan sekadar dekorasi.

Ulasan dari jamaah yang pernah ke sini
Pengalaman nyata

Sebelum memutuskan datang ke masjid baru — apalagi di kota yang belum kamu kenal — wajar kalau kamu ingin tahu lebih dulu. Fasilitas wudhunya seperti apa? Shaf-nya rapi? Kajiannya aktif? Pertanyaan-pertanyaan itu yang coba dijawab oleh ulasan di sini.

Semua ulasan ditulis oleh orang yang sudah login dengan akun Google, sehingga setiap pendapat yang kamu baca bisa dipertanggungjawabkan — bukan komentar anonim. Kalau kamu pernah sholat di sini, ulasan singkat dari kamu sangat berarti bagi jamaah lain yang sedang mencari tempat ibadah.

Pengingat waktu sholat langsung di HP kamu
Tidak perlu install apapun

Aktifkan notifikasi sekali, dan browser kamu akan mengingatkan waktu sholat sesuai jadwal BAITURRAHIM — langsung muncul di layar HP atau laptop kamu, bahkan saat kamu sedang membuka halaman lain.

Tidak perlu menginstal aplikasi. Tidak perlu mendaftar. Cukup klik "Aktifkan Notifikasi" di bagian atas halaman ini, lalu izinkan notifikasi dari browser. Kamu bisa mematikannya kapan saja dari pengaturan browser, tanpa perlu membuka halaman ini lagi.

Ada yang ingin kamu tanyakan langsung kepada pengurus BAITURRAHIM?
Kirim pesan — pengurus akan membalas ke nomor WhatsApp yang kamu cantumkan.

Lihat Jadwal Sholat
Kirim Pesan ke Pengurus
BAITURRAHIM

Tanyakan jadwal, kegiatan, info masjid, atau sampaikan saran dan masukan langsung ke pengurus BAITURRAHIM.

Pesanmu langsung diterima pengurus masjid.