TUO
JORONG SIGUNTUR II NAGARI SIGUNTUR KECAMATAN SITIUNG, Sitiung , Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat
TUO
1. Sejarah Berdiri dan Perkembangan Di Provinsi Sumatera Barat banyak dijumpai berbagai peninggalan sejarah yang berupa bangunan-bangunan Tuo. Salah satu diantaranya adalah Masjid Tuo Siguntur yang terletak di Jorong Ranah Pelayangan Siguntur, Kenagarian Siguntur, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya. Masjid yang berdenah persegi panjang ini diperkirakan dibangun pada masa kerajaan Siguntur Islam. Siguntur merujuk pada nama daerah yang pernah menjadi pusat Kerajaan Malayu daerah Siguntur terletak di hulu Sungai Batanghari. Di kawasan ini, terdapat beberapa peninggalan Hindu-Budha, Siguntur diperkirakan muncul sebagai kerajaan setelah masuknya Islam. Sejarah kerajaan Siguntur belum banyak diketahui, namun menurut sumber lokal menyebutkan bahwa daerah Siguntur merupakan sebuah kerajaan Dharmasyraya di Swarnabhumi (Sumatra) yang berkedudukan di hulu sungai Batanghari, sungai ini melintasi Provinsi Jambi dan kemudian bermuara di laut Cina Selatan. Sebelum agama Islam masuk ke wilayah Minangkabau atau Jambi, kerajaan Siguntur merupakan kerajaan kecil yang bernaung di bawah kerajaan Malayu, namun pernah bernaung pula pada kerajaan Sriwijaya, Majapahit, Singasari, dan Minangkabau. Pada tahun 1197 (1275 M), Siguntur merupakan pusat Kerajaan Malayu dengan rajanya Mauliwarmadewa yang bergelar Sri Buana Raya Mauliawarmadewa sebagai raja Dharmasraya. Sedangkan dalam prasasti Amonghapasa menyebutkan bahwa pada tahun 1286 Sri Maharaja Tribhuwanaraja Mauliawarmadewa bersemayam di Dharmasraya, daerah pedalaman Riau daratan. Dengan kata lain kerajaan Swarnabhumi pada waktu itu telah dipindahkan dari Jambi ke Dharmasraya. Melihat kedua pendapat tersebut, ada kemungkinan pada abad 12 kerajaan Siguntur ini berasal dari kerajaan Swarnabhumi Malayupura Jambi. Pada abad ke-14, agama Islam masuk ke Kerajaan Siguntur. Pada waktu itu yang berkuasa adalah raja Pramesora yang berganti nama menjadi Sultan Muhamad Syah bin Sora Iskandarsyah. Selanjutnya kerajaan Siguntur bernaung di bawah Kerajaan Alam Minangkabau. Salah satu bukti Kerajaan Siguntur menganut agama Islamterlihat pada masyarakat yang memegang prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABK-SBK). Selain itu, ditemukan pula dua buah stempel kerajaan Siguntur berbahasa Arab yang menyebutkan bahwa "Cap ini dari Sultan Muhammad Syah bin Sora Iskandar atau Muhammad Sultan Syah Fi Siguntur Lillahi" dan "Cap ini bertuliskan bahwa Al-Watsiqubi 'inayatillahi' 'azhiim Sutan Sri Maharaja Diraja Ibnu Sutan Abdul Jalil 'inaya Syah Almarhum." Dan diperkirakan pada masa inilah Masjid Siguntur didirikan. Masjid Tuo Siguntur berada satu kompleks dengan makam raja-raja Siguntur, yang tepatnya berada di sebelah utara masjid. Di sebelah timur, terdapat rumah gadang peninggalan Kerajaan Siguntur. Ketiganya yakni, masjid, makam, dan rumah gadang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia sebagai cagar budaya pada tahun 2007. Masjid Tuo Siguntur didirikan di sisi selatan Sungai Batanghari, karena persis di seberangnya terdapat kompleks bangunan peninggalan Hindu-Budha, salah satunya Candi Pulau Sawah dan Candi Padang Roco. Tidak diketahui kapan pastinyaa Masjid Tuo Siguntur didirikan, namun berdasarkan penulusuran Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala(BP3) Batusangkar, bangunannya yang saat ini diperkirakan telah berumur lebih dari 100 tahun. Gambar 1.1 Tampak depan Masjid Tuo Siguntur. Dalam perjalanannya, masjid ini sempat tidak digunakan untuk beribadah, karena kondisi bangunan yang tidak layak, terutama bagian lantai yang kayunya sudah lapuk. Pemugaran baru dilakukan oleh ahli waris dan masyarakat setempat pada 1957. Lantai yang semula berkolong dan terbuat dari papan kayu kini diurug dan disemen. Selanjutnya, bagian atap, pondasi, dan dinding telah diganti dengan material baru oleh BP3 Batusangkar pada tahun anggaran 1992/1993. Selain itu, dilakukan pembongkaran pintu dan jendela, pembuatan selasar, pagar beton, pagar kawat berduri, serta pintu besi. Pengerjaan akhir berupa pengecetan rangka atap dinding, pintu, jendela, dan pagar tembok. Dalam beberapa dekade terakhir, Masjid Tuo Siguntur hanya digunakan sebagai tempat ibadah sholat fardhubagi kalangan kerajaan dan tidak dibuka untuk umum, karena kegiatan ibadah wajib bagi jamaah dan masyarakat sekitar masjid dipusatkan di masjid baru yang terletak di sebalah barat masjid. Walaupun demikian, pada bulan Ramadan, masjid ini menyelenggarakan salat Tarawih berjemaah dan pengajian wirid. Akan tetapi, terhitung mulai tanggal 01 Februari 2021 melalui sebuah surat pemberitahuan yang dikirim oleh pengurus masjid kepada Kantor Kementrian Agama Kabupten Dharmasraya yang berisikan pemberitahuan bahwa pengurus berniat untuk mengaktifkan kembali untuk publik (umum) kegiatan sholat lima waktu, sholat juma’at serta kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya di masjid tuo ini. 2. Lingkungan Fisik Arsitektur Masjid Tuo Siguntur mengikuti bentuk masjid tradisional Minangkabaupada umumnya, yakni berdenah persegi dengan atap limas berundak-undak. Konstruksinya telah mengalami banyak perubahan sejak didirikan, di antaranya penggantian material atap, pondasi, dan dinding.Masjid Tuo Siguntur berdiri di atas tanah berukuran 20,44 x 20 meter. Bangunan utama yang berfungsi sebagai ruang salat berdenah persegi berukuran 13,2 x 13,2 meter. Pintu menuju ruang utama hanya terdapat di sisi timur, terbuat dari kayu berwarna krem. Pintu tersebut berukuran 2,15 x 1 meter, berdaun dua dan berbentuk jalusi (memiliki ventilasi).Dinding bangunan terbuat dari batu kali setebal 40 sampai 50 cm yang diplester semen. Masjid ini memiliki sepuluh jendela berukuran 1,75 x 0,75 meter yang masing-masing berdaun dua dan terbuat dari kayu berwarna krem. Setiap daun jendela berukuran 1,75 x 0,37 meter. Sebagaimana masjid berarsitektur Minangkabau lainnya, atap Masjid Tuo Siguntur berupa tajug yakni bentuk limas bujur sangkar berundak-undak dengan permukaan melengkung ke dalam yang melambangkan Bodi Caniago. Atap terbuat dari seng yang ditopang oleh tiang-tiang berbahan kayu kulin. Tiang utamanya atau disebut tiang macu memiliki diameter 40 cm dan tinggi 7,85 meter.Bangunan mihrab dibuat menjorok keluar di sisi barat berukuran 2,5 x 3 meter. Terdapat mimbar di mihrab masjid. Tempat wudhu terdapat di sebelah utara masjid berukuran 7 x 3 meter yang terbagi dalam tiga ruangan. Ini merupakan bangunan tambahan yang terbuat dari batu semen.Kawasan Masjid TuoSiguntur dikelilingi pagar beton di bagian depan dan pagar kawat duri di bagian samping dan belakang. Pintu masuk menuju kawasan masjid berada di bagian timur terbuat dari besi. Dalam kompleks Masjid ini juga terdapat makam para raja-raja Siguntur yang berlokasi disebelah utara bangunan utama Masjid. Kompleks makam memiliki areal berbentuk segi lima berukuran 40 x 24,5 meter.Di dalamnya, terdapat enam makam yang masing-masingnya hanya ditandai dengan nisan dan jirat dari bata dan batu. Raja-raja Siguntur yang bermakam di kompleks pemakaman ini adalah: Sultan Muhammad Syah bin Sora, Sultan Abdul Jalil bin Sultan Muhammad Syah Tuongku Bagindo Ratu II, Sultan Abdul Kadire Tuongku Bagindo Ratu III, Sultan Amirudin Tuongku Bagindo Ratu IV, Sultan Ali Akbar Tuongku Bagindo V, dan Sultan Abu Bakar Tuongku Bagindo Ratu VI. 3. Rancangan Masjid Setelah dilakukan pemugaran pada lantai pada tahun 1957 yang pada awalnya lantai tebuat dari papan diurug dan disemen, lalu kemudianpada tahun 1993 dilakukan pemugaran pada atap, dinding, pondasi, dan dinding diganti dengan material baru. Hingga saat ini, bangunan Masjid masih seperti keadaan terakhir kali dipugar. Oleh pihak pengelola hanya dilakukan pengecatan ulang bilamana dirasa perlu.
Rumah Allah, Pusat Komunitas
Masjid bukan sekadar tempat sholat — ia adalah pusat peradaban Islam, tempat ilmu disebarkan, persaudaraan dijalin, dan jiwa disucikan bersama.
Waktu Sholat di TUO
Dihitung berdasarkan koordinat GPS TUO — bukan jadwal kota umum. Akurat untuk lokasi masjid ini.
| JUNI 2026 (15 DZUL HIJJAH 1447 s.d. 14 MUHARRAM 1448 ) | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| TUO — (0° 57' 17.21" LS 101° 33' 59.69" BT GMT+7) Koordinat masjid | |||||||
| Tgl Masehi | Tgl Hijriah | Imsak | Shubuh | Dhuhur | Ashar | Maghrib | Isya' |
| 1 Juni 2026 | 04:49 | 12:16 | 15:38 | 18:17 | 19:30 | ||
| 2 Juni 2026 | 04:49 | 12:16 | 15:39 | 18:17 | 19:30 | ||
| 3 Juni 2026 | 04:49 | 12:16 | 15:39 | 18:17 | 19:30 | ||
| 4 Juni 2026 | 04:49 | 12:16 | 15:39 | 18:17 | 19:31 | ||
| 5 Juni 2026 | 04:49 | 12:16 | 15:39 | 18:17 | 19:31 | ||
| 6 Juni 2026 | 04:49 | 12:16 | 15:40 | 18:18 | 19:31 | ||
| 7 Juni 2026 | 04:49 | 12:17 | 15:40 | 18:18 | 19:31 | ||
| 8 Juni 2026 | 04:49 | 12:17 | 15:40 | 18:18 | 19:32 | ||
| 9 Juni 2026 | 04:50 | 12:17 | 15:40 | 18:18 | 19:32 | ||
| 10 Juni 2026 | 04:50 | 12:17 | 15:40 | 18:18 | 19:32 | ||
| 11 Juni 2026 | 04:50 | 12:17 | 15:41 | 18:19 | 19:32 | ||
| 12 Juni 2026 | 04:50 | 12:18 | 15:41 | 18:19 | 19:33 | ||
| 13 Juni 2026 | 04:50 | 12:18 | 15:41 | 18:19 | 19:33 | ||
| 14 Juni 2026 | 04:50 | 12:18 | 15:41 | 18:19 | 19:33 | ||
| 15 Juni 2026 | 04:51 | 12:18 | 15:42 | 18:19 | 19:33 | ||
| 16 Juni 2026 | 04:51 | 12:19 | 15:42 | 18:20 | 19:34 | ||
| 17 Juni 2026 | 04:51 | 12:19 | 15:42 | 18:20 | 19:34 | ||
| 18 Juni 2026 | 04:51 | 12:19 | 15:42 | 18:20 | 19:34 | ||
| 19 Juni 2026 | 04:51 | 12:19 | 15:42 | 18:20 | 19:34 | ||
| 20 Juni 2026 | 04:52 | 12:19 | 15:43 | 18:20 | 19:34 | ||
| 21 Juni 2026 | 04:52 | 12:20 | 15:43 | 18:21 | 19:35 | ||
| 22 Juni 2026 | 04:52 | 12:20 | 15:43 | 18:21 | 19:35 | ||
| 23 Juni 2026 | 04:52 | 12:20 | 15:43 | 18:21 | 19:35 | ||
| 24 Juni 2026 | 04:52 | 12:20 | 15:44 | 18:21 | 19:35 | ||
| 25 Juni 2026 | 04:53 | 12:20 | 15:44 | 18:22 | 19:35 | ||
| 26 Juni 2026 | 04:53 | 12:21 | 15:44 | 18:22 | 19:36 | ||
| 27 Juni 2026 | 04:53 | 12:21 | 15:44 | 18:22 | 19:36 | ||
| 28 Juni 2026 | 04:53 | 12:21 | 15:44 | 18:22 | 19:36 | ||
| 29 Juni 2026 | 04:54 | 12:21 | 15:44 | 18:22 | 19:36 | ||
| 30 Juni 2026 | 04:54 | 12:21 | 15:45 | 18:23 | 19:36 | ||
Gambar dibuat otomatis · Klik untuk membuka
Ingatkan jamaah agar sholat tepat waktu
Kirim jadwal TUO ke grup WA, atau unduh gambarnya untuk kamu post ke Instagram Stories — langsung dari halaman ini.
Untuk IG Stories: unduh gambar → buka Instagram → unggah ke Stories → "Add to Story"
Tampilan Widget
Update otomatis setiap hari
Pasang widget ini di website masjidmu — jadwal sholat tampil otomatis setiap hari, tanpa perlu update manual. Cukup salin satu baris kode.
Salin kode ini, tempelkan di halaman website kamu:
Sesuaikan ukuran:
— QS. An-Nisa: 103
Arah Kiblat
Hadapkan Dirimu ke Arah Ini Sebelum Sholat
Arah kiblat dihitung dari koordinat menuju Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah (21.4225°LU, 39.8262°BT).
101° 33' 59.69" BT
Kira-kira ke arah barat laut dari .
🟢 Jarum hijau = arah Ka'bah
Aktifkan kompas untuk rotasi otomatis
Lokasi & Arah
Temukan alamat lengkap dan petunjuk arah menuju TUO
TUO
Pengurus berganti — data keuangan harusnya tidak ikut hilang.
Ribuan DKM kehilangan catatan kas, laporan, dan daftar donatur saat pergantian pengurus. Taqmir menyimpan semua riwayat secara digital dan aman.
Pelajari Taqmir
Wujudkan Masjid Digital
yang Profesional & Terpercaya
Ribuan jamaah mencari informasi masjid secara online setiap hari. Pastikan TUO hadir secara digital — dengan jadwal sholat akurat, pengumuman kegiatan, dan donasi online yang transparan. Semuanya gratis, dan aktif hanya dalam 1×24 jam.
Form klaim diisi di app.taqmir.com · Verifikasi & persetujuan oleh tim admin Taqmir · Proses aman & terenkripsi
Pengurus berganti — data keuangan harusnya tidak ikut hilang.
Ribuan DKM kehilangan catatan kas, laporan, dan daftar donatur saat pergantian pengurus. Taqmir menyimpan semua riwayat secara digital dan aman.
Jadikan masjid ini favoritmu. Dapatkan notifikasi jadwal, kegiatan, dan pengumuman penting langsung ke akunmu.
Masuk untuk Mengikuti0 jamaah mengikuti masjid ini
Hubungi pengurus TUO langsung — tanya jadwal, info kegiatan, atau sampaikan saran.
TUO?
Ulasan nyata dari jamaah yang pernah berkunjung
Belum Ada Ulasan
Jadilah yang pertama berbagi pengalamanmu di TUO.
Ulasanmu sangat berarti bagi jamaah lain! 🤲
Pertanyaan tentang
TUO
Jawaban atas hal-hal yang sering ditanyakan jamaah — tentang jadwal, donasi, galeri, dan cara ikut berkontribusi.
❓ Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
📖 Kenali Lebih Dalam
Ada yang ingin kamu tanyakan langsung kepada pengurus TUO?
Kirim pesan — pengurus akan membalas ke nomor WhatsApp yang kamu cantumkan.
Tanyakan jadwal, kegiatan, info masjid, atau sampaikan saran dan masukan langsung ke pengurus TUO.
Pesanmu langsung diterima pengurus masjid.