MUTTAQIEN
Jl. Pabringan Pasar Beringharjo Ngupasan Gondomanan Kota Yogyakarta 55122, Gondomanan , Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
MUTTAQIEN
Pasar Beringharjo sebagai pusat perdagangan terbesar di Yogyakarta yang dibangun pada zaman penjajahan Belanda tahun 1925, yang tampaknya memang dirancang tanpa memberi tempat ibadah bagi umat Islam. Demikian pula pada waktu pendudukan Jepang, Mushola atau Masjid tidak pernah dipikirkan oleh penguasa pada waktu itu. Setelah Negara kita merdeka, banyak pedagang menyadari perlunya tempat sholat di pasar, namun belum begitu mendesak. Mengingat pada waktu itu para pedagang pribumi muslim yang terdiri dari Pengusaha Batik dan Konfeksi dari kelas “ Juragan “ umunya ke pasar setelah sholat Dhuhur. Sedangkan para pedagang kecil hasil bumi, kebanyakan masih mengikuti pola tradisional, sudah pulang menjelang sholat dhuhur. Pada akhir decade tahun 50 an, ketika keadaan pasar semakn ramai, dan Beringharjo semakin ramai dan berkembang menjadi pasar grosir dan antar kota, maka para pedagang pemasok dan pembeli dari kota kota lain berdatangan, maka problem tempat ibadah menjadi mutlak. Sebelum ada mushola di pasar, umumnya mereka ke masjid terdekat, seperti masjid Sultoni di komplek Kepatihan, atau Masjid Besar Kauman atau menggelar sajadah ditempat yang memungkingkan dalam ruangan pasar. Keadaan ini jelas menjadi hambatan perkembangan dinamika perdangan modern yang bersifat sepanjang hari. Maka mulailah beberapa pedagang muslim yang sangat prihatin akan kebutuhan tempat sholat ini berhimpun dan mengajukan permohonan pada fihak yang berwewenang. Namun situasi politik dizaman Orde Lama yang cenderung Islam Phobia dan trauma politik, mencampur adukkan antara kepentingan Agama dan kecurigaan politik, mengakibatkan usaha mendirikan mushola tersebut hanya memperoleh tempat 2 x 3 m2 didekat los daging yang aromanya jelas mengganggu, bahkan untuk menuju tempat tersebut harus melewati sudut los daging babi, sehingga umat Islam merasa risih untuk pergi ke tempat sholat yang disediakan tersebut. Pada awal tahun 1960, ketika Pemerintah Kotamadya Yogyakarta membangun kios baru disisi sebelah selatan jalan Pabringan, muncul ide oleh beberapa Pada awal tahun 1960, ketika pemerintah kotamadya Yogyakarta membangun kios baru disisi selatan jalan pabringan, muncul ide oleh beberapa jama’ah para pelopor ini antara lain Alm Bpk. H. Siswo Sudirjo, Alm. Bpk. H. Busyairi, Alm. Bpk. Usman Pujoutomo dll, mendaftar untuk memperoleh kios bila berhasil maka kiosnya akan dijadikan musolla, sementara bagian bawah akan dijadikan tempat wudzu dan sebagian untuk titipan kendaraan, dengan resiko tiap bulan akan membayar retribusi seperti kios kios komersil lainnya.cara ini akhirnya terwujud juga,dengan lahirnya musholla muttaqien diatas kios ukuran +- 7x7 m2,ditambah 2,5x5 m2 pada bulan mei 1962. Sambutan para pedagang,baik pedagang beringharjomaupun pedagang luar kota yang mengunjungi pasar,ternyata luar biasa;sehingga setiap pelaksanaan jemaah sholat dzuhur harus dilakukan 4-5 kali”angkatan”,bahkan hampir tidak pernah sepi jamaah sampai waktu menjelag magrib, hal ini suatu indikasi bahwa daya tamping musholla tidak memadai. Pada bulan September 1967 atas izin Dan Dim 0734 yogyakarta,pada waktu itu dijabat Bapk Letkol Leo Ngali (Alm),pengurus memperluas musholla ini ke selatan di tanah yang secara hukum milik keratin, tetapi kewenangan penggunaan dibawah militer. dengan perluasan +- 9x13 m2 ditambah 6x16m2, maka musholla ini dirubah setatusnya menjadi masjid masjid dengan bangunan berlantai dua ini, pada lantai bawah dimanfaatkan sebagai tempat wudzu dan sanitasi,serta titipan kendaraan,untuk penopang biaya kontribusi dan pemeliharaan. Nama Muttaqien yang berasal dari ide Alm. KHA. Badawi (waktu itu ketua pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga salah seorang pelopor pendiri) tetap dilestarikan. Peletakan batu pertama oleh Alm. GBPH. Haji Prabuningrat, didampingi Alm. KHA.Badawi, KH. Basyir Mahfudh dan Alm. KHA. Juaini ( Kakanwil depag DIY pada waktu itu, yang dikemudian hari juga menjadi ketua MUI DIY) yang sampai akhir hayatnya beliau-beliau ini sebagai penasehat Yayasan Muttaqien. Setelah Masjid berkembang dan semakin makmur, maka untuk pengembangan kegiatan dan pengurusan yang lebih professional dan memperoleh kejuatan hukum, pada tanggal 14 februari 1972 dibentuklah yayasan masjid muttaqien dengan akte No.16 pada kantor notaris RM. Soerjanto Partaningrat, SH., dengan ketua pertama H. Usman Pujoutomo (Alm.) Muttaqien berkembang tidak hanya sekedar tempat sholat Pada masa kesulitan ekonomi di awal orde baru, ketika beberapa kebutuhan pokok terutama beras harus dijual dengan kupon, maka Muttaqien bekerjasama dengan koperasi pedagang pasar Bringharjo (PEDASAR), memulai karir sosialnya dengan berperan sebagai penyalur beras Dolog bagi masyarakat. Demikian seterusnya setiap ada bencana alam, muttaqien selalu terpanggil untuk berpartisipasi bahkan dalam pembangunan tempat ibadah, rumah sakit, tempat pendidikan, gerakan anak asuh, bea siswa, santunan pasien miskin, dll. Muttaqien telah menjadi mediator dan coordinator bagi jamaahnya untuk menyalurkan berbagai amal infaq sodaqoh dan zakat (termasuk zakat fitrah dan qurban) hal ini karena jamaah selalu dibina melalui pengajian/majlis taklim, agar islam dapat betul-betul diamalkan dan menjdi rahmah bagi umat ( pengajian yang paling menonjol adalah pengajian tafsir setiap Rabu Kliwon ba’da subuh oleh KH AR.Fachruddin ),yang secara rutin “diunduh”ke berbagai tempat dan masjid yang sedang dalam proses pembangunan. Jaminan dari Ngarsadalem Sri Sultan Hamengkubuwono IX Ketika rencana renovasi kawasan malioboro sedang dalam penggodokan pada tahun 1973,sudah terdengar bahwa Muttaqien bakal tergusur, kabar ini sempat meresahkan jamaah, untuk itu beberapa tahun kemudian GBPH. Haji Prabuningrat (Alm) bersama beberapa penggurus Muttaqien bersilaturrahmi dan mohon penjelasan pada Sri Sultan Hamengkubuwono IX, yang waktu itu menjabat Wakil Presiden RI. Atas jaminan beliau, maka diterbitkanlah surat yang menjamin bahwa Muttaqien tidak akan dibongkar sebelum pemerintah daerah membangunkan penggantinya, dan dengan jaminan inilah para jemaah merasa lega. Muttaqien dan renovasi Bringharjo Tahun 1990 ketika renovasi kawasan Malioboro sampai pada penataan kawasan Bringharjo, maka masjid pengganti Muttaqien mulai di bicarakan, pada perencanaan pertama masjid pasar ini akan diletakkan di sudut tenggara, para penggurus masjid menyampaikan keluhandan keberatan para jamaah, karena letaknya yang memberi kesan terjepit juga luasnya hanya 240m2, dan puji syukur ternyata pemerintah tanggap. Alhamdulillah akhirnya masjid pengganti Muttaqien yang akan datang ini luasnya setara dengan masjid lama, serta lokasinya berdampinggan dengan gedung bekas societet militer yang akan menjadi pusat kebudayaan dan kesenian. Secara kronologis proses pembangunan masjid Muttaqien yang baru adalah sebagai berikut: 1 panitia pembangunan masjid kawasan pasar bringharjo Yogyakarta terbentuk dengan SK. Walikotamadya Kepala Daerah tingkat II Yogyakarta No. 172/KD/1991, tertanggal 24 Juli 1991. 2 Panitia pembangunan mengajukan permohonan bantuan paket masjid YAMP (Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila) tanggal 30 juli 1991, dengan nomor surat 02/PPMKPB/VII/91 dan dikabulkan dengan jawaban surat dari YAMP o. 1450.ses-YAMP/I/1992 tanggal 16 januari 1992, dalam pelaksanaan pembangunannya di tunjuk PT ISA CONTRACTOR Jakarta dengan biaya Rp. 170.798.896,- 3 Bangunan masjid kawasan pasar Bringharjo berlantai dua lantai dasar sebagai bangunan penunjang seluas 25x25m2.dan lantai atas mendapat bantuan dari YAMP masjid type 19, seluas 23x23m2 sebagaimana tersebut dalam point 2 diatas. 4 Struktur beton bangunan penunjang masjid ini menghabiskan biaya Rp.109.015.000,-.mendapat bantuan APBD Tk.I DIY Th.1992/1993 Rp.80.000.000,-(Berasal dari bantuan proyek Rp.45.000.000,- dan ABT/ABPD sebesar Rp.35.000.000,-) kekurangannya akan diusahakan oleh panitia pembangunan Yayasan masjid Muttaqien yang akan mengelola masjid ini, sebagai perencana bangunan penunjang ini adalah PT PERWIRA KARYA Yogyakarta, yang pada Bulan Mei 1993 akan selesai. 5 Bangunan masjid ini berdiri diatas tanah Kraton dengan surat ijin dari kraton Ngayogyakarta tanggal 16 januari 1993 No. 13/W&K/1993 yang telah dilengkapi dengan IMB No.SK.61/R tertanggal 15 april 1993. Masjid ini menempati areal tanah seluas +- 2.000 m2. Fasilitas pada bangunan penunjang meliputi; aula, ruang kantor takmir -yayasan, ruang kesehatan/poliklinik, ruang penjaga, gudang, ruang wudzu pria dan wanita dengan 60 kran, kamar mandi 14 dan Wc 10, ruang wudzu masjid YAMP yang berada di lantai atas dimodifikasi menjadi ruang perpustakaan, operator audio dan ruang rias Wanita, penyelesaian bangunan pendukung dan perlengkapannya meliputi menara air baik sumur maupun saluran leideng dari PDAM, taman, sambungan listrik, sound system, isi ruangan dll, akan dikerjaka secara swakarya dan swadaya dari jamaah, yang diperkirakan seluruhnya akan menghabiskan dana lebih dari Rp.150.000.000,-. Aspek Filosofis Dengan berdirinya masjid pengganti maka patut disyukuri, karena dari berbagai aspek ternyata masjid ini, memiliki berbagai hal yang dapat dibanggakan. Sebagai kota budaya, masjid ini menjadi symbol menyatunya pusat perdagangan, pusat kesenian dan kebudayaan serta monument sejarah (benteng vredeburg), yang melambangkan masjid sebagai ikatan hablum minannas-hablum minallah dengan dunianya, dan hubungan manusia dengan Allah, antara masa lalu, masa kini dan masa datang. Dari aspek bangunan Muttaqien dengan atap khas masjid YAMP, ber arsitektur klasik menunjukkan keserasian lingkungan dengan arsitektur bangunan-bangunan di sekitarnya yang anggun. Masjid yang terletak di jantung kota ini semoga akan menumbuhkan jiwa dan semangat religius, dan memancarkan kesejukan hati yang fungsi dan manfaatnya akan membias ke masyarakat lingkungannya. Semoga para jamaahnya mampu menerjemahkan simbol-simbol tersebut dalam makna perbuatan dan amal yang lebih nyata. Kepada semua pihak yang telah membantu dalam bentuk apapun , baik sejak masjid lama maupun masjid baru ini, diucapkan banyak terima kasih, semoga Allah menerimanya sebagai amal soleh dan amal jariyah dan marilah kita berdoa semoga kita semua selalu di ridhoi Allah SWT. Billahi wal hidayah wat taufiq.
Rumah Allah, Pusat Komunitas
Masjid bukan sekadar tempat sholat — ia adalah pusat peradaban Islam, tempat ilmu disebarkan, persaudaraan dijalin, dan jiwa disucikan bersama.
Waktu Sholat di MUTTAQIEN
Dihitung berdasarkan koordinat GPS MUTTAQIEN — bukan jadwal kota umum. Akurat untuk lokasi masjid ini.
| JUNI 2026 (15 DZUL HIJJAH 1447 s.d. 14 MUHARRAM 1448 ) | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| MUTTAQIEN — (7° 47' 49.99" LS 110° 22' 7.67" BT GMT+7) Koordinat masjid | |||||||
| Tgl Masehi | Tgl Hijriah | Imsak | Shubuh | Dhuhur | Ashar | Maghrib | Isya' |
| 1 Juni 2026 | 04:24 | 11:40 | 14:59 | 17:30 | 18:44 | ||
| 2 Juni 2026 | 04:25 | 11:41 | 15:00 | 17:30 | 18:44 | ||
| 3 Juni 2026 | 04:25 | 11:41 | 15:00 | 17:30 | 18:44 | ||
| 4 Juni 2026 | 04:25 | 11:41 | 15:00 | 17:31 | 18:44 | ||
| 5 Juni 2026 | 04:25 | 11:41 | 15:00 | 17:31 | 18:44 | ||
| 6 Juni 2026 | 04:25 | 11:41 | 15:00 | 17:31 | 18:45 | ||
| 7 Juni 2026 | 04:26 | 11:41 | 15:00 | 17:31 | 18:45 | ||
| 8 Juni 2026 | 04:26 | 11:42 | 15:00 | 17:31 | 18:45 | ||
| 9 Juni 2026 | 04:26 | 11:42 | 15:01 | 17:31 | 18:45 | ||
| 10 Juni 2026 | 04:26 | 11:42 | 15:01 | 17:31 | 18:45 | ||
| 11 Juni 2026 | 04:26 | 11:42 | 15:01 | 17:32 | 18:46 | ||
| 12 Juni 2026 | 04:26 | 11:42 | 15:01 | 17:32 | 18:46 | ||
| 13 Juni 2026 | 04:27 | 11:43 | 15:01 | 17:32 | 18:46 | ||
| 14 Juni 2026 | 04:27 | 11:43 | 15:02 | 17:32 | 18:46 | ||
| 15 Juni 2026 | 04:27 | 11:43 | 15:02 | 17:32 | 18:46 | ||
| 16 Juni 2026 | 04:27 | 11:43 | 15:02 | 17:32 | 18:47 | ||
| 17 Juni 2026 | 04:28 | 11:44 | 15:02 | 17:33 | 18:47 | ||
| 18 Juni 2026 | 04:28 | 11:44 | 15:02 | 17:33 | 18:47 | ||
| 19 Juni 2026 | 04:28 | 11:44 | 15:03 | 17:33 | 18:47 | ||
| 20 Juni 2026 | 04:28 | 11:44 | 15:03 | 17:33 | 18:47 | ||
| 21 Juni 2026 | 04:28 | 11:44 | 15:03 | 17:34 | 18:48 | ||
| 22 Juni 2026 | 04:29 | 11:45 | 15:03 | 17:34 | 18:48 | ||
| 23 Juni 2026 | 04:29 | 11:45 | 15:03 | 17:34 | 18:48 | ||
| 24 Juni 2026 | 04:29 | 11:45 | 15:04 | 17:34 | 18:48 | ||
| 25 Juni 2026 | 04:29 | 11:45 | 15:04 | 17:34 | 18:49 | ||
| 26 Juni 2026 | 04:30 | 11:45 | 15:04 | 17:35 | 18:49 | ||
| 27 Juni 2026 | 04:30 | 11:46 | 15:04 | 17:35 | 18:49 | ||
| 28 Juni 2026 | 04:30 | 11:46 | 15:05 | 17:35 | 18:49 | ||
| 29 Juni 2026 | 04:30 | 11:46 | 15:05 | 17:35 | 18:49 | ||
| 30 Juni 2026 | 04:30 | 11:46 | 15:05 | 17:36 | 18:50 | ||
Gambar dibuat otomatis · Klik untuk membuka
Ingatkan jamaah agar sholat tepat waktu
Kirim jadwal MUTTAQIEN ke grup WA, atau unduh gambarnya untuk kamu post ke Instagram Stories — langsung dari halaman ini.
Untuk IG Stories: unduh gambar → buka Instagram → unggah ke Stories → "Add to Story"
Tampilan Widget
Update otomatis setiap hari
Pasang widget ini di website masjidmu — jadwal sholat tampil otomatis setiap hari, tanpa perlu update manual. Cukup salin satu baris kode.
Salin kode ini, tempelkan di halaman website kamu:
Sesuaikan ukuran:
— QS. An-Nisa: 103
Arah Kiblat
Hadapkan Dirimu ke Arah Ini Sebelum Sholat
Arah kiblat dihitung dari koordinat menuju Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah (21.4225°LU, 39.8262°BT).
110° 22' 7.67" BT
Kira-kira ke arah barat laut dari .
🟢 Jarum hijau = arah Ka'bah
Aktifkan kompas untuk rotasi otomatis
Lokasi & Arah
Temukan alamat lengkap dan petunjuk arah menuju MUTTAQIEN
MUTTAQIEN
Pengurus berganti — data keuangan harusnya tidak ikut hilang.
Ribuan DKM kehilangan catatan kas, laporan, dan daftar donatur saat pergantian pengurus. Taqmir menyimpan semua riwayat secara digital dan aman.
Pelajari Taqmir
Wujudkan Masjid Digital
yang Profesional & Terpercaya
Ribuan jamaah mencari informasi masjid secara online setiap hari. Pastikan MUTTAQIEN hadir secara digital — dengan jadwal sholat akurat, pengumuman kegiatan, dan donasi online yang transparan. Semuanya gratis, dan aktif hanya dalam 1×24 jam.
Form klaim diisi di app.taqmir.com · Verifikasi & persetujuan oleh tim admin Taqmir · Proses aman & terenkripsi
Pengurus berganti — data keuangan harusnya tidak ikut hilang.
Ribuan DKM kehilangan catatan kas, laporan, dan daftar donatur saat pergantian pengurus. Taqmir menyimpan semua riwayat secara digital dan aman.
Jadikan masjid ini favoritmu. Dapatkan notifikasi jadwal, kegiatan, dan pengumuman penting langsung ke akunmu.
Masuk untuk Mengikuti0 jamaah mengikuti masjid ini
Hubungi pengurus MUTTAQIEN langsung — tanya jadwal, info kegiatan, atau sampaikan saran.
MUTTAQIEN?
Ulasan nyata dari jamaah yang pernah berkunjung
Belum Ada Ulasan
Jadilah yang pertama berbagi pengalamanmu di MUTTAQIEN.
Ulasanmu sangat berarti bagi jamaah lain! 🤲
Pertanyaan tentang
MUTTAQIEN
Jawaban atas hal-hal yang sering ditanyakan jamaah — tentang jadwal, donasi, galeri, dan cara ikut berkontribusi.
❓ Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
📖 Kenali Lebih Dalam
Ada yang ingin kamu tanyakan langsung kepada pengurus MUTTAQIEN?
Kirim pesan — pengurus akan membalas ke nomor WhatsApp yang kamu cantumkan.
Tanyakan jadwal, kegiatan, info masjid, atau sampaikan saran dan masukan langsung ke pengurus MUTTAQIEN.
Pesanmu langsung diterima pengurus masjid.