PEMBANGUNAN MASJID JAMI AL-ANSHOR
Umum 0 Comments

PEMBANGUNAN MASJID JAMI AL-ANSHOR

Masjid Al-Anshor berlokasi di Kp.Cibirubeet Rt. 02 Rw 15 Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung.  Berdasarkan peta kewilayahan Desa Cileunyi Wetan dari timur berbatasan dengan Jatinangor Kabupaten Sumedang, dari barat berbatasan dengan Desa Cileunyi Kulon, dari Selatan Berbatasan dengan Rancaekek dan dari utara berbatasan dengan Gunung Manglayang.

Letak lokasi masjid Al Anshor tepatnya berbatasan atau berhadapan dengan Gunung Manglayang dengan akses jalan Desa dan berjarak sekitar 3,5 km ke jalan utama provinsi.  Sedangkan jumlah penduduk yang berada di sekitar masjid Al Anshor berjumlah 1.232 orang dari jumlah 287 Kepala Keluarga.   Potensi sumber daya alam khususnya di daerah penduduk terdiri dari Hutan lindung, hutan masyarakat, lahan persawahan dan perkebunan dengan topografi berbukit.

Mata pencaharian penduduk pada umumnya didominasi masyarakat petani (sawah, kebun, peternak), buruh pabrik dengan taraf ekonomi rata-rata menengah kebawah, sehingga biaya pembangunan masjid yang bersifat swadaya masyarakat masih jauh dari rencana kebutuhan anggaran.

 Masjid Al Anshor (dulu namanya Tajuk) dibangun pertama kali pada Tahun 1961 dan terdaftar di kementerian agama sebagai anggota system informasi masjid Indonesia pada 1999, pada tahun 2005 masjid ini di daulat menjadi masjid Jami karena dengan kebutuhan dan kelayakan persyaratan sebagai masjid jami (dipakai Sholat Jumat) oleh Kemenag Kabupaten Bandung melalui Kantor Urusan Agama Kecamatan Cileunyi. Masjid Al Anshor berdiri di tanah wakaf dengan luas tanah 260 m².  

Masjid tersebut pernah mengalami renovasi sebanyak 2 kali namun bersifat renovasi sedang. Kapasitas masjid yang menampung kurang lebih 60 orang tidak seimbang dengan jumlah penduduk/jama’ah yang beribadah di masjid Al Anshor.  Selain itu kegiatan–kegiatan sholat jum’at, sholat taraweh  maupun acara-acara lainnya Masjid Al Anshor sudah tidak mampu lagi menampung jama’ahnya, kondisi ini mengakibatkan pelaksanaan ibadah menjadi kurang khusuk dan kurang nyaman.  Disamping itu, fungsi masjid belum bisa menunjang kebutuhan untuk syi’ar Islam seperti dalam bidang pendidikan, kegiatan sosial, perpustakaan dan sebagainya, disebabkan tidak adanya ruang yang dapat dipergunakan untuk keperluan tersebut. Dengan kondisi latar belakang di atas maka kami DKM al-anshor bermaksud untuk membangun dan perluasan masjid dengan daya tampung 750 jamaah lengkap dengan kubah, toilet, tempat wudhu. Ruang pengajian, perpustakaan, tempat rapat, serta pengajian majelis taklim.

0 Tanggapan

Lihat Lebih Banyak
Tutup Semua

Tanggapan anda

Kelola DKM dengan mudah

Statistik Pendidikan, Umur dan Jenis Kelamin Statistik Sholat Jamaah Absensi Sholat Jamaah Mengelola Event/Kajian dengan mudah
Lupa Password?
atau login/mendaftar dengan